Permasalahan kesehatan mental beberapa tahun belakang menjadi kajian yang cukup serius bagi tenaga kesehatan. Salah satu kelompok yang menjadi sorotan utama adalah pelajar. Berbagai keluhan datang dari pelajar dari berbagai tingkat pendidikan baik di dalam maupun luar negeri. Diakui oleh beberapa mahasiswa yang menempuh bangku perkuliah di luar negeri, mereka kesulitan beradaptasi dengan pola belajar dan penugasan yang ditetapkan oleh kampus. Beberapa bahkan mengakui sempat depresi dan kehilangan jam tidur selama 2-3 hari untuk beradaptasi dengan pola kehidupan kampus. Jeremy Cass, seorang psikolog dan manajer layanan konseling di Universitas RMIT di Melbourne memperkirakan ada peningkatan 10 persen permintaan layanan konseling di universitas tersebut pada tahun 2016. Mayoritas datang dengan keluhan utama depresi dan kecemasan.

       Sedangkan keluhan yang datang dari pelajar dari dalam negeri datang dengan kasus cukup beragam. Beberapa kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa/pelajar di Indonesia menjadi indikasi adanya isu kesehatan mental di kalangan  mahasiswa. Beberapa faktor resiko yang turut mempengaruhi kondisi mental mahasiswa diantaranya stress akademik, masalah keluarga. Masalah finansial, masalah dalam pertemanan, peristiwa traumatik, memiliki gangguan jiwa yang belum tertangani, ketidakmatangan diri, penyalahgunaan zat, masalah personal, dan kurangnya ketrampilan hidup (Davidson & Locke, 2011).

     Kekhawatiran terhadap gangguan kesehatan mental yang akan banyak meberikan dampak buruk bagi penderitanya memicu beberapa pengembang aplikasi android menciptakan beberapa software yang dapat membantu masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Berikut adalah beberapa aplikasi tersebut :

1. Riliv

Aplikasi ini diciptakan oleh anak bangsa yang memberikan fasilitas bagi penggunanya berupa konsultasi masalah pribadi secara gratis dengan psikolog professional dan mahasiswa psikolog. Konsultan adalah relawan yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga dan universitas Negeri Surabaya.

Relawan mahasiswa psikolog yang terdaftar di aplikasi ini lebih berfungsi sebagai teman pendengar curhat, bukannya pemberi solusi masalah. Untuk mendapatkan jawaban dan saran medis, Anda dapat berlangganan fasilitas premium berbayar guna berkonsultasi langsung dengan psikolog atau terapis profesional berlisensi yang terkait di bidangnya.

2. Operation Reach Out

Ide pengembangan aplikasi Operation Reach Out berasal dari badan Amerika Serikat sebagai platform untuk menangani kasus depresi di kalangan veteran militer. Aplikasi ini membantu orang-orang yang memiliki resiko melakukan bunuh diri untuk mendapatkan bantuan sesegera mungkin. Aplikasi ini dilengkapi fitur GPS yang dapat menginformasikan posisi penggunanya jika yang bersangkutan dalam keadaan darurat.

3. Self-help Anxiety Management

Aplikasi Self-help Anxiety Management dikembangkan oleh tim psikolog dan pakar computer dari University of West England England untuk menciptakan sumber daya kesehatan mental yang menarik dan praktis bagi masyarakat. Aplikasi ini dirancang untuk membantu orang-orang untuk mengelola kecemasan mereka. Pengguna dapat merekam tingkat kecemasan mereka dan mengidentifikasi pemicu stres dan kecemasan yang berbeda. Aplikasi ini mencakup 25 pilihan swadaya untuk membantu pengguna mengelola gejala fisik dan mental akibat kecemasan, misalnya teknik pernapasan. Aplikasi ini juga memiliki fitur cloud sosial yang memungkinkan pengguna untuk secara anonim berbagi pengalaman mereka dengan pengguna SAM lainnya.

4. Mindshift

MIndshit adalah sebuah aplikasi yang memanfaatkan bimbingan dan evaluasi berdasarkan CBT (terapi perilaku kognitif) untuk membantu orang-orang belajar dan mempraktikkan keterampilan mengatasi kecemasan. Anda dapat menambahkan daftar situasi pemicu kecemasan milik Anda pribadi dan kemudian menggunakan alat yang diberikan untuk membantu mengatasi kecemasan di situasi-situasi tersebut.

Aplikasi ini menyediakan berbagai metode untuk penggunanya dalam menanggapi kecemasan, termasuk mengembangkan pengetahuan mereka tentang kecemasan dan gejalanya, terlibat aktif dalam teknik-teknik relaksasi, mengevaluasi tingkat kecemasan dalam situasi tertentu, mengembangkan pola pikir realistis, dan mengubah perilaku negatif mereka. Pengguna juga dapat mem-bookmark jenis pendekatan favorit mereka untuk akses mudahnya di lain kali.

5. Mood Tools

Dirancang bekerja sama dengan tenaga profesional di bidang kesehatan mental, Mood Tools adalah aplikasi gratis yang dikembangkan untuk membantu penggunanya mengidentifikasi gejala episode manik atau depresi serta kuesioner untuk melacak tingkat keparahan suasana hati Anda dari waktu ke waktu.

Mood Tools juga dilengkapi oleh fitur diary, aktivitas khusus untuk anda lakukan yang didasarkan terapi CBT, dan juga perpustakaan video untuk meningkatkan mood dengan meditasi hingga “kuliah” penyemangat batin dari TED Talks.

 

 *Dikutip dari berbagai sumber

 

Salam Sehat

Let’s Have Positive Contributions